Gejala Campak Pada Anak Bunda Harus Tahu

Gejala Campak Pada Anak – Bunda pastinya tidak asing dengan masalah kesehatan anak yang satu ini yaitu campak. Campak merupakan penyakit yang dapat menular khususnya pada bayi dikarenakan imunitasnya yang rendah. Penyakit ini termasuk golongan penyakit berbahaya lho Bund karena dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya, imunisasi sangat disarankan untuk mencegahnya.

Gejala-Campak-Pada-Anak-Bunda-Harus-Tahu

Penyakit campak disebabkan oleh virus, dan penularannya bisa dari mana saja, misalnya dari udara, batuk atau bersin, serta benda-benda yang terkontaminasi dengan seseorang yang telah terinfeksi virus ini.

Bayi mendapatkan perlindungan dari campak melalui kekebalan pasif, yang diberikan ibunya melalui plasenta dan selama masa menyusui. Namun kekebalan ini hanya bertahan 2,5 bulan setelah kelahiran atau saat berhenti menyusui. Maka bayi sangat rentan terkena infeksi campak ini.

Baca juga : “Waspada Batuk 100 Hari Pada Anak

Kalau sudah kita tahu bahayanya, kita perlu tahu apa saja gejalanya Bund. Gejala campak diantaranya :

Demam

Demam tinggi selama 10 sampai 12 hari setelah terinfeksi virus dan demam berlangsung kurang lebih 4 sampai 7 hari yang diikuti kondisi lain seperti hidung berair, batuk, sakit tenggorokan, mata merah berair, diare, nafsu makan berkurang, dan bintik putih kecil di bagian pipi atau di dalam mulut.

Ruam merah

Setelah demam selama 4 sampai 7 hari, rSaat ruam muncul, demam yang awalnya ringan akan menjadi semakin tinggi. Ruam awalnya timbul di belakang telinga, lalu menyebar ke tengkuk, lengan, kaki dan akhirnya ke seluruh badan. Lebih dari tiga hari, ruam akan menyebar dan sampai ke tangan dan kaki. Ruam ini berlangsung selama 5 sampai 6 hari dan lama-lama akan memudar. Ruam biasanya terjadi 14 hari setelah terpapar virus, dengan kisaran 7 sampai 18 hari.

Baca juga : “Informasi Kesehatan Anak Lainnya di Ayo Bunda

Gejala Campak Pada Anak – Pencegahan utama campak sendiri dilakukan dengan imunisasi campak dan MMR. Imunisasi campak dilakukan pada saat anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan vaksin MMR yang merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella. Imunisasi MMR dilakukan pada usia 15 bulan dan diulang pada usia 5 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *