Memarahi Anak Di Depan Umum Awas JANGAN Dilakukan!

Memarahi Anak Di Depan Umum – Anak usia balita memang sulit untuk dikendalikan dan ketika orangtua kehilangan kesabaran, terkadang mereka membentak atau memarahi sang anak meskipun saat berada dikeramaian. Misal anak ikut berbelanja berasama orangtua di supermarket, kemudian anak kelelahan atau menginginkan sesuatu namun tak dipenuhi terkadang menjadi rewel dan sulit dikendalikan yang akhirnya membuat orangtua marah, membentak, bahkan tidak sedikit yang sampai menarik mereka dengan kasar atau meninggalkan mereka dalam keadaan menangis walaupun orangtua tentu terus mengawasi dengan maksud agar anak bisa tenang.

Memarahi-Anak-Di-Depan-Umum-Awas-JANGAN-Dilakukan!

Tidak mudah memang mendisiplinkan anak, tapi itu bukan alasan untuk mempermalukan mereka di depan umum agar tidak mengulangi kesalahannya. Padahal mendisplinkan anak seharusnya lebih kepada mendidik, tanpa harus memberi hukuman. Dan apakah orangtua mengetahui dampak buruk dari memarahi anak di depan umum?

Baca juga : “Ini Akibat Orangtua Pilih Kasih!

Perkataan atau perlakuan kasar yang dilakukan orangtua seperti mencubit atau menjewer dapat berakibat buruk terhadap perkembangan mental dan kejiwaan sang anak. Di mana mereka dibayang-bayangi rasa malu, marah, sedih dan rendah diri. Dampak buruk yang diterimanya saat kecil biasanya akan terbawa hingga dewasa kelak. Sebagai bocah kecil yang masih butuh banyak belajar tentang kehidupan, anak butuh panutan yang baik agar langkahnya tidak salah dalam mengarungi hidupnya.

Anak bisa kehilangan kepercayaan dirinya. Usai dimarahi orangtuanya, anak bisa saja menerima cibiran atau ledekan dari teman-temannya orang-orang atau sekitar karena perlakuan dari orangtuanya. Hal ini akan semakin membuat mental anak tertekan dan ia bisa kehilangan kepercayaan diri saat bersosialisasi dengan orang lain.

Anak juga bisa semakin membangkang akibat perlakuan orangtua, dan buruknya anak bisa menjadi semakin kelewatan pada orangtua. Karena saat anak tidak mendapatkan didikan yang tepat dari orangtuanya, ia pun dengan mudah bisa menjadi pribadi yang salah arah. Mereka akan menjadi pribadi yang egois dan suka memberontak. Bahkan tidak peduli terhadap orang lain dan tak ingin melakukan kerjasama.

Baca juga : “Tips-Tips Dalam Mendidik Anak di Ayo Bunda

Dan orangtua wajib tahu ini! Memarahi Anak Di Depan Umum termasuk dalam tindakan mengintimidasi. Mengintimidasi atau memarahi anak merupakan bentuk kekerasan psikis. Karena penderitaan psikis merupakan dampak dari perbuatan kekerasan, maka seseorang yang mengintimidasi anak hingga menderita secara psikis dapat dijerat pasal tentang larangan menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang terdapat dalam Pasal 76C UU 35/2014.

Dikutip dari hukumonline, ancaman sanksi bagi larangan dalam Pasal 76C UU 35/2014 terdapat dalam Pasal 80 UU 35/2014:

(1) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *