Mendidik Jiwa Anak Sangat Baik Dengan Dongeng Anak

Dongeng-Anak-Sangat-Baik-untuk-Mendidik-Jiwa-Ananda

Dongeng anak telah dikenal dari zaman dahulu, bahkan sejak sebelum Masehi. Adalah Aesop, penulis fabel terkenal yang lahir di tahun 620 sM. Kisah pendek yang ditulisnya mengandung nilai positif. Hingga kini para ahli mengakui bahwa dongeng anak, sangat baik sebagai cara untuk mendidik jiwa anak.

Baca juga : “Permaianan Untuk Perkembangan Otak Anak

Anak-anak terlahir dengan segala potensinya. Mereka memiliki banyak kemampuan yang bisa dikembangkan. Dongeng bisa menjadi sarana penunjang tumbuh kembang anak. Lalu, apa saja manfaat mendongeng?

1. Dongeng Anak, Sangat Baik untuk Menanamkan Nilai Positif

Cara-Baik-Menanamkan-Nilai-Positif-Pada-Anak

Anak-anak usia dini belum terlalu paham mengenai nilai-nilai moral yang positif, Bunda bisa mengenalkannya melalui dongeng. Ketika Bunda mendongeng, anak dalam kondisi tenang dan siap mendengarkan. Apalagi jika Bunda mampu membangun suasana dengan membuat aneka karakter suara dan wajah yang ekspresif. Anak akan membayangkan tokoh dan jalan cerita. Mereka bisa mengambil nilai positif dari tokoh dan alur cerita tanpa merasa sedang dinasihati. Adakalanya anak bersikap defensif saat orang tua memberikan nasihat. Namun berbeda dengan dongeng, Bunda bisa memasukkan nilai positif tanpa penolakan dari anak.

Agar penanaman nilai lebih optimal, sampaikan dongeng berulang-ulang sampai anak paham. Jika anak telah memahami isi cerita dan pesan moral yang disampaikan, Bunda bisa menceritakan dongeng yang lain.

2. Dongeng Anak, Sangat Baik untuk Perkembangan Bahasa

Dongeng-Cara-Baik-Untuk-Perkembangan-Bahasa-Anak-Anda

Anak belajar berbahasa melalui mendengar, lalu menirukan ucapan. Mendongeng  dapat menambah kosakata[Penulisan disatukan. Cek KBBI.], anak belajar untuk merangkai kata, menyampaikan gagasan dan pertanyaan. Bunda bisa menyeleksi dongeng yang akan disampaikan sesuai dengan tahapan usianya. Rentang konsentrasi anak berkembang menurut usianya. Anak usia 1-3 tahun mampu berkonsentrasi selama lima sampai tujuh menit, dan anak usia 4-6 tahun rentang konsentrasinya 12 sampai 14 menit. Jadi Bunda, jika anak masih berusia 1-3 tahun, ceritakanlah dongeng yang singkat, karena batita tidak akan betah duduk terlalu lama.

Gunakan bahasa yang sederhana, singkat, dan jelas agar anak mampu menangkap isi cerita. Kemampuan bahasa anak berbeda dengan kemampuan bahasa orang dewasa, mereka belum mengerti makna kalimat konotatif atau perumpamaan.

3. Dongeng Anak, Sangat Baik untuk Membangkitkan Minat Baca

Menumbuhkan minat baca anak dan mendidik jiwa anak

Bunda sudah bisa mengenalkan buku cerita kepada anak. Mereka sangat suka jika  Bunda membacakan buku cerita bergambar. Tunjukkan gambar kepada anak sembari bercerita. Biarkan anak membolak-balik lembarannya.
Pengalaman yang menyenangkan dengan buku dapat membangun kecintaan membaca. Bagi mereka, membaca akan jadi sama asyiknya dengan bermain.

4. Dongeng Anak, Sangat Baik untuk Membangun Kedekatan Anak dengan Orang Tua

Dongeng-Cara-Baik-Untuk-Membangun-Kedekatan-Anak-Pada-Orang-Tua

Bunda, dongeng yang kita ceritakan menjelang tidur bisa memberi kesan yang membekas di hati anak. Bahkan ketika anak telah dewasa, mereka akan selalu mengingat momen-momen indah kedekatan dengan Bundanya kala mendongeng.

Baca juga : “Informasi Seputar Parenting Lengkap Ayo Bunda

Demikianlah cara untuk mendidik jiwa anak yang dapat kami informasikan. Semoga bermanfaat ya Bunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *