Problem Anak Berbohong, Apa Penyebanya?

Problem-Anak-Berbohong,-Apa-Penyebanya

Problem Anak Berbohong, Apa Penyebanya? – Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh menjadi seseorang yang taat beragama, cerdas, percaya diri dan memiliki budi pekerti yang luhur. Namun terkadang dalam prosesnya, muncul beberapa problem dalam diri anak, salah satunya adalah problem anak berbohong. Menjadi sebuah kesalahan apabila orang tua membiarkan sifat ini melekat dan mengakar pada diri anak tanpa adanya sebuah tindakan. Sudah menjadi tugas orang tua selaku agen pendidik untuk meluruskan segala hal yang dirasa salah dalam diri seorang anak.

Dalam pertumbuhannya, anak akan mempelajari aturan sosial di mana terdapat khayalan, kenyataan dan kebohongan. Dan pada umumnya perilaku ini dimulai ketika anak sudah dapat bicara, yaitu sekitar umur 2 Tahun. Pada usia ini, anak masih hidup dalam dunia yang penuh akan khayalan. Mereka masih sangat menikmati adanya ikan yang dapat berbicara, superhero yang masuk ke dalam kamarnya, atau cerita-cerita lain sejenis.

Setelah umur 9 tahun, pola berbohong mereka berubah, tidak lagi membicarakan superhero dan kawan-kawannya, namun sudah merujuk kepada hal yang lebih kompleks. Pada usia ini anak dapat memilah dan memilih kapan waktunya untuk berbohong atau tidak.

Berikut ini beberapa alasan penyebab bohong pada anak:

1. Role Model yang Salah

Kebiasaan-Orang-Tua-Yang-Salah

Problem Anak Berbohong, Apa Penyebanya? – Orang tua adalah role model bagi anak. Segala tindak tanduknya akan ditiru oleh anak, termasuk kebiasan berbohong. Walaupun hal ini sering dilakukan tanpa sadar dan niat, namun perilaku ini yang akhirnya mendasari anak untuk berbuat bohong. Salah satunya, apabila anak tidak mau makan, maka orang tua akan menakut-nakutinya dengan memanggil polisi. Walaupun terkesan hanya untuk menakut-nakuti, namun efek yang diberikannya akan terpatri dalam jangka waktu yang lama.

2. Banyak Kritik, Minim Pujian

Akibat-Banyak-Kritik-Minim-Pujian-Pada-Anak

Anak yang sering mendapat kritikan dari orang tua, akan tumbuh menjadi anak yang haus akan pujian. Anak akan berpikir untuk melakukan kebohongan demi kebohongan untuk mendapatkan pujian dari orang tuanya dan melepaskannya dari kritikan.

3. Bentuk Pertahanan serta Pengalihan

Bentuk-Pengalihan-Anak-Untuk-Menghindari-Hukuman

Pernahkan kita mendengar anak berbicara bahwa yang memecahkan kaca tersebut bukan dia, tapi bolanya. Hal tersebut adalah salah satu bentuk pertahanan serta pengalihan untuk menghindari hukuman. Anak-anak masih belum bisa memprediksi sebab-akibat, sehingga anak-anak pada usia ini cenderung melakukan kebohongan tanpa disengaja.

4. Diterima dalam Lingkungan Sosial

Anak-Berbohong-Demi-Status-Sosial

Problem Anak Berbohong, Apa Penyebanya? – Pada anak-anak yang sedang beranjak dewasa, mereka melakukan kebohongan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan status sosialnya. Sebagai contoh, anak membicarakan mengenai kekayaan keluarga, bersahabat dengan orang terkenal dan banyak lainnya. Hal ini dilakukan untuk dapat diterima dalam komunitas sosial dalam lingkungannya.

Pada akhirnya orang tualah yang dapat berperan aktif dalam meluruskan segala hal, terkait perilaku seorang anak, termasuk problem anak berbohong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *